Etika Penerima Informasi Affiliate Program

Halo sobat affiliater, beberapa waktu yang lalu saya pernah mengulas artikel tentang “Etika Pemberi Informasi Affiliate Program”,.. Pada artikel tersebut ternyata ada beberapa tanggapan sobat businessman yang cukup menarik, dan melalui salah satu komentar yang diutarakan oleh untaian hikmah (bukan nama sebenarnya..hehe) saya jadi tertarik untuk melanjutkan artikel tersebut dengan versi yang berbeda. Silahkan klik disini jika ingin melihat komentarnya.

Oke langsung saja ya…Sobatku tercinta, apakah anda pernah merasakan jenuh sebagai seorang affiliate marketer ?, mungkin disebabkan terbuangnya uang dan waktu untuk berpromosi online tapi belum mendapatkan hasil yang sesuai keinginan, atau bisa juga bingung mencari cara promosi lain untuk meningkatkan penghasilan affiliate, dsb....Jika anda tidak atau belum mengalami masalah tersebut, saran saya teruslah stop dreaming start action :)

Lalu Apa hubungan masalah tersebut dengan judul diatas bagi seorang affiliate ?

Mungkin artikel ini tidak secara langsung bisa memberikan solusi dari pertanyaan diatas, tapi mudah-mudahan anda bisa mendapatkan beberapa sumber masalah untuk dicarikan solusi yang terbaik...Ga percaya ?, makanya baca aja ya :)

Arti informasi bisa menjadi sangat vital bagi seorang internet marketer..terkadang hanya karena kurang sebuah informasi kecil seorang marketer bisa terhambat untuk melakukan action. Yup, disadari atau tidak makin banyak marketer menjalankan bisnis mereka tanpa arah jelas yang disebabkan kurangnya informasi atau bahkan informasi yang salah. Nah..itulah gambaran pentingnya sebuah informasi untuk action dalam bisnis internet. Mengenai tips memanfaatkan informasi dengan benar pernah saya ulas pada artikel “5 Tips Menjadikan E-book Bermanfaat”. Dan pada artikel kali ini saya ingin memberikan 5 tips bagaimana etika yang benar pada saat anda menjadi penerima informasi dalam program affiliate.

Berikut Etika Penerima Informasi dalam Program Affiliate :

1. Hargai Pemberi Informasi.
Saat ini makin banyak marketer yang secara sengaja membeli sebuah produk informasi bukan dari orang yang mereferensikan produk tersebut. Dengan alasan kurang jelas mereka lebih baik membeli langsung dari situs aslinya. Dalam bisnis off line cara-cara seperti ini bisa dikategorikan tidak sopan, bayangkanlah bagaimana perasaan anda sebagai seorang pekerja ketika sudah cape-cape menawarkan sebuah produk kepada seseorang, disaat orang tersebut sudah tertarik tiba-tiba membelinya tanpa memberitahu anda, kecewa kan :(. Dalam bisnis online masalah seperti ini memang sudah diantisipasi oleh merchant dengan menggunakan sistem cookies. Nah, yang kelewatan adalah marketer yang sudah tahu program affiliate marketing tapi mengacuhkan affiliate marketer yang sudah mereferensikannya.

2. Bijaksanalah dalam merespon
Saya pernah menerima sms respon dengan kata-kata kurang lebih seperti ini : “Ah ini bisnis penipuan, teman saya sudah mencobanya dan ternyata gagal ”. Hmm..meskipun memang benar begitu apakah perlu merespon dengan sangkaan yang sebenarnya dia sendiri belum tahu pasti. Apabila anda menerima follow up yang bukan berasal dari praktek spam dan kebetulan anda tidak tertarik, respon terbaik adalah menolak atau tidak usah dibalas saja.

3. Bertindak tegas
Tips ini dikhususkan untuk para pelaku metode promosi spam. Jangan ragu untuk menegur atau laporkan saja kepada pemilik produk jika ada promosi gelap yang datang tanpa ada persetujuan dari anda. Dalam arti anda tidak pernah memberikan data-data untuk menerima informasi lanjutan dari sebuah situs.

4. Hindari Produk-produk Ilegal
Pernahkan anda mendapatkan informasi sebuah produk berbayar yang diberikan secara gratis bukan dari pemilik produknya Seperti pernah saya jelaskan pada artikel “Etika Pemberi Informasi dalam Program Affiliate”, ini merupakan pelanggaran hak cipta serius bagi sipemberi maupun penerimanya.

5. Identifikasi masalah sebuah informasi.
Saat ini ada beberapa pemilik produk affiliate yang diadili dengan masalah yang sebenarnya belum jelas atau kontroversial. Mereka menerima vonis sebagai penipu, pecundang, dsb, tanpa dipastikan kesalahannya..Dalam bisnis internet bila anda menerima informasi-informasi negatif tentang suatu produk online atau bahkan pemilik produknya, alangkah baiknya untuk mengidentifikasi masalahnya dulu sebelum memberikan argumentasi, karena seringkali kita menerima informasi-informasi pro dan kontra diinternet.

Nah sobat sekian 5 tips tentang etika pemberi informasi yang dapat saya berikan, bila masih ada kekurangannya silahkan anda tambahkan. Untuk mengakhiri artikel ini saya ingin menitipkan sebuah link dan pesan yang kebetulan berhubungan dengan kontes SEO dari Joko Susilo. Teruskanlah untuk Stop Dreaming Start Action, kesuksesan anda sangat tergantung bagaimana action anda…Jadi teruslah melangkah dan SEMANGAT !

Saya Ricky, terimakasih dan sampai jumpa pada artikel selanjutnya


Comments :

32 komentar to “Etika Penerima Informasi Affiliate Program”

bisnis online mengatakan...
on 

absen pertamax pak ricky, saya setuju dengan pak ricky, panarima informasi cukup terima saja, stop...argumentasi stop...kata-kata stop... Dream mulailah star action. Yang untuk membangun parsahabatan. Salam action

rudy azhar mengatakan...
on 

Mas, saya cuma numpang baca aja nich. Jadi nggak ada komentar Mas, tulisannya udah bagus dan bermanfaat....

habibie reza mengatakan...
on 

padahal, dengan membeli dari affilate marketer yang mereferensikan produk tersebut kita akan mendapat tambahan satu teman baru hehe. yang dapat juga kita gunakan untuk sharing2 strategi promosi untuk affiliate si pembeli kemudian.
Ada hubungan baik antara keduanya, akan membawa manfaat bagi kedua belah pihak. ya ngga mas rick, :)

fadly muin mengatakan...
on 

Menarik sekali tipsnya Mas Rick..
Dasar-Dasar Etika Afiliate yang sangat mengena..
dengan memegang pada nilai-nilai etis inilah, kita bisa bersikap lebih bijaksana..

Salam Hangat,

Ferry Prima mengatakan...
on 

Pada poin satu memang sudah lazim dilakukan yah mas dan ini tentunya sangat merugikan para affiliates. Istilah inggris nya affiliates thief yah. memang kurang kerjaan memang mereka :)

bisnis online mengatakan...
on 

@habibie reza: benar sekali mas habibie, karna banyak teman banyak rejeki. salam kenal

@ferry prima: benar mas ferry, itulah dunia maya. padahal banyak teman banyak rejeky:)
salam kenal

@fadly muin: bijaksana lebih baik daripada memaki-maki. karna orang yang selalu bijaksana banyak teman dan rejeki
salam kenal

fadly muin mengatakan...
on 

salam kenal juga bisnis online :D

Obrolan lepas mengatakan...
on 

blog yang informatif mas, heuheu

T. Wahyudi mengatakan...
on 

Dasar dasar etika yang banyak sekali orang tidak tahu nih mas, termasuk saya.. :D luar biasa mas ricky...

nice post...

Ricky mengatakan...
on 

@Bisnis online: wah, argumentasi sebenarnya boleh saja pak asal tidak menuduh saja, kan sudah jamannya kebebasan berpendapat...hehe..

@Rudy Azhar: terimakasih sudah mampir mas..salam sukses

Ricky mengatakan...
on 

@Habibie reza: sepakat sekali mas habibie, saya juga begitu..enakan tanya ke up line daripada ke support team, coz jawabnya cepat sih..hehe..terimakasih :)

@fadlymuin: benar mas fadly, enak di penjual juga enak di pembeli..adil tho..hehe

Ricky mengatakan...
on 

@Rizal: sip mas, terimakasih :)

@T. Wahyudi: hehe...cuma berdasarkan pengalaman pribadi menjadi affiliate, mungkin mas tri punya pengalaman yang lebih menarik ?

Ricky mengatakan...
on 

@Ferry Prima: Saya rasa tidak semua member yang melakukan perbuatan itu sengaja mas..Karena mungkin mereka tidak tahu atau belum tertarik pada kunjungan pertama. Nah, yang kelewatankan yang sudah tahu dan langsung tertarik tapi register bukan pada yang memberi refrens..hehe..

@Heru: Terimakasih pak heru sudah membantu jawab..sukses untuk bapak..

Ricky
Businessman

candradot.com mengatakan...
on 

mantep puoLL mas bahasannya.

sangat disayangkan sekali kalo point no.1 terjadi.
padahal kalo kita jeli, bukan tidak mungkin setelah membeli dari orang yg mereferensikan, akhirnya bisa membentuk kolaborasi yang solid.
bekerja sama, untuk maju bersama.
bukan begitu mas Ricky? Lanjutkan...!

Ricky mengatakan...
on 

@Chandradot.com: Betul mas, alangkah baiknya jika semua prospek mengetahui hal ini ya...btw kaya kampanye aja mas :)

salam sukses

marurat mengatakan...
on 

setuju mas sama yg nomor 1, sakit banget mas. udah capek2 promosi sampe junggir balik, taunya beli dari orang lain pula ..kwkwkwk

Sumartono mengatakan...
on 

Senada dengan komentarnya mas marurat mengenai point no. 1. Kalau terjadi hal demikian, ya paling saya tinggal tawakal saja. Anggap aja memang belum rezeki. CAri prospek lagi.

Reza Fauzi mengatakan...
on 

saya kurang begitu mengerti dengan program affiliate deh... tapi mungkin artikel ini berguna saat saya terjun ke sana nanti :)

Ricky mengatakan...
on 

@Marurat: Betul mas, dan saya sepakat dengan solusi yang diutarakan mas Sumartono. Bagaimana menurut anda ?

@Sumartono: Memang langkah terbaik ya seperti itu mas, salah satu keuntungan bisnis diinternet adalah mempunyai pangsa pasar yang luas. Jadi kita bisa manfaatkan point tersebut.

salam sukses

Ricky mengatakan...
on 
Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.
Mas Hengky mengatakan...
on 

weleh2... makin top markotop aja neh pembahasan kontroversial

Ricky mengatakan...
on 

@Mas Hengky: Lho kok kontroversial tho...mas hengky iso wae..hehe..

Winarno mengatakan...
on 

tips yang bermanfaat nih Mas... terutama buat saya yang newbie tentang affiliate marketer

Ricky mengatakan...
on 

@Winarno: Terima kasih mas, salam sukses untuk mas winarno :)

Arief Maulana mengatakan...
on 

Artikel ini bagus sekali mas. Memberikan tambahan satu lagi sikap sukses yg harus dimiliki oleh seorang affiliate marketer.

Salam Sukses

Ricky mengatakan...
on 

@Arief Maulana: terimakasih mas arief, sikap memang langkah yang tidak boleh dikesampingkan seorang affiliate.

salam sukses

wellsen mengatakan...
on 

Alangkah bagusnya kalau baik penjual maupun pembeli memperhatikan etika tersebut dalam transaksi :)

ORang yang sengaja tidak membeli dari affiliate, salah satu alasan nya karena tidak ingin melihat orang lain untung. Dan apabila orang tersebut senang menutup pintu rezeki orang lain, apa orang tersebut bisa lancar rezekinya? :)

Dan saya setuju untuk tidak menyearkan atau meperjual-belikan produk-produk ilegal.. :)

Ricky mengatakan...
on 

@Wellsen: Analisa yang mantap mas..sungguh argumentasi yang bisa diterima. Memang benar adanya bahwa, seseorang yang tidak ingin memberikan sesuatu kepada orang lain. Jangan harap akan memperoleh sesuatu dari orang lain..

Hukum Sebab Akibat right.. :)

bisnis internet mengatakan...
on 

Tips yang menarik, dan memang perlu kita junjung tinggi etika untuk berbisnis.

Ricky mengatakan...
on 

@bisnis internet: etika adalah sesuatu yang sering terlupakan orang karena ingin sukses secara instan.

Yosep mengatakan...
on 

Salam kenal Mas Ricky..

Maaf bukan bermaksud pasang iklan, :) saya harap Mas bisa kasih sharing
ttg program ini..

Sama persis seperti Program Justin Mitchie yang udah berakhir mas..
Ada program baru periode 21 Sept s.d 21 okt 09, infonya ada disini :

http://dollargampang.tk

Terima kasih

Ricky mengatakan...
on 

@Yosep: salam kenal juga mas,

Iya saya sudah baca di alamat itu mas, saya rasa penjelasannya cukup lengkap...Tinggal diikuti saja langkah-langkahnya. Cuma tanggalnya aja, kalo ga salah sampai tanggal 12 okt bukan 21 okt mas.

salam sukses,

Posting Komentar

UNTUK KEMAJUAN DUNIA INTERNET MARKETING DI INDONESIA, TERIMAKASIH

←   →
 

Copyright © 2009 by PELUANG BISNIS | BISNIS INTERNET | BISNIS ONLINE TANPA RIBET